Berapa gajimu ? Pernah ngga sih teman-teman ditanya seperti itu, masalah gaji ? Nah kalo saya, kebetulan lumayan sering banget dapat pertanyaan-pertanyaan usil dan ngga penting (menurut saya lho ya) seperti ini. Aiih, bukannya pelit ngga mau masi tahu … tapi memang ada manfaatnya apa kalau saya kasih tahu berapa gaji saya ? Jadiiiii, setiap kali saya ditanya “Henny, gaji kamu berapa”, saya pilih jawab : Alhamdulillah cukup
Menyangkut gaji, ini tentu menjadi hal (mengambil istilah teman saya) yang sangat-sangat sensitif. Saking sensitifnya, tidak hanya saya, hampir semua orang sepakat merahasikannya dari orang lain. Uppps, terkecuali atasan dan beberapa pihak orang HRD ding ya :). Tidak enak didengar atau ketahuan orang … bla bla bla, begitu kira-kira salah satu alasan kita merahasiakan gaji pada orang lain. Nah kalo kita saja punya alasan jelas tidak bersedia membuka berapa gaji kita ke orang lain, lalu mengapa ada orang lain yang dengan semangat berusaha mencari tahu berapa besarnya gaji kita ya. Hmmmm, julukan apa coba yang kira-kira pantas diberikan pada orang semacam ini ? RESE, ya kita sebut saja ya orang-orang itu dengan sebutan si Rese, hehehe
Read the rest of this entry »