Lega, dapat Sekolah Seperti yang Diharapkan :)

28 Feb 2010

” Ass Wr Wb. Kami dari Panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB), TA 2010-2011 Sekolah Alam dan Sains Al Jannah, Mengucapkan Selamat & Syukur Alhamdulillah Adinda Aliyyah Maryam Andrias, Dinyatakan LULUS observasi (KB) pada tanggal 20/02/2010. Untuk selanjutnya …. Terima kasih, Wass. wr. Wb ”

Sungguh tidak menyangka, akhirnya kami harus mempercepat rencana memasukkan si kecil di Sekolah Al Jannah. Sekolah yang bernama lengkap Sekolah Alam dan Sains: Islamic Full Day School Al Jannah ini sebenarnya kami incar untuk tingkat dasar dan lanjutan pertamanya Aliyyah kelak, insya Allah, saat Aliyyah sudah cukup besar dan kuat dengan jarak tempuh sekolah yang agak jauh. Sama seperti para orang tua lain yang punya alasan khusus memilihkan sekolah anaknya di sekolah-sekolah favorit/unggulan, kami juga punya alasan khusus ingin menyekolahkan Aliyyah di sekolah Al Jannah ini. Pertama karena ia adalah sekolah islam, kedua adalah konsep pendidikan yang mengintegrasikan alam dan sains, dan ketiga adalah karena masih masuk wilayah Jakarta (timur). Harapannya kalau kelak SMA nya Aliyyah pengen kami masukkan ke sekolah negeri favorit Jakarta, Aliyyah tidak akan menjadi korban sistem rayon seperti yang saat ini masih diterapkan, hehehehe. Jadi maksudnya ????
Dan karena satu-satunya hal yang menjadi kekurangan sekolah ini bagi kami adalah letaknya yang cukup jauh dari rumah, makanya kami plotkan untuk Aliyyah pas SD atau SMPnya saja. Hanya saja, ternyata untuk masuk dan diterima disekolah ini juga tidaklah mudah. Tidak cukup dengan mendaftar, bayar, lalu diterima, … kita juga mesti cepet-cepatan. Tidak jarang sekolah yang menjadi favorit para orang tua di daerah Cibubur ini menutup pintu pendaftarannya meski baru satu bulan dibuka. Seperti tahun ini saja, untuk tahun ajaran 2010/2011, saat kami membeli formulir pendaftaran untuk PG Aliyyah bulan januari kemarin, untuk tingkat TK dan SD-nya ternyata sudah penuh alias full booked. Padahal pendaftaran baru dibuka bulan Desember, nah kalau masih bulan Januari saja sudah penuh berarti kan mereka (para orang tua) pada cepet-cepetan daftar. Untuk PG juga ngga kalah cepetnya, kemarin pas mengantar Aliyyah observasi (tanggal 20 Feb), orang tua yang mengantar anak-anaknya untuk mendaftar PG sudah langsung dimasukkan ke dalam daftar tunggu (waiting list). Untung kami termasuk yang cepat mendaftar ya, kalau tidak … wah bisa-bisa ketinggalan kereta nih, hehehe.

Pertimbangan ini pula yang menjadi alasan saya dan suami sebelumnya menyekolahkan Aliyyah di sekolah X. Takut nanti pas SD-nya tidak dapat tempat di Al Jannah, maka kami carikan Aliyyah sekolah X yang letaknya kebetulan juga lebih dekat dengan rumah (cocok untuk usia anak pra sekolah) dan kualitasnya dengar-dengar juga bagus. Jadi kalau terpaksanya Aliyyah benar-benar tidak keterima di Al Jannah, Aliyyah masih bisa dapat sekolah yang tetap “bagus” di wilayah kami. Sayang beribu sayang, kekecewaan yang kami peroleh di awal proses penerimaan siswa baru sekolah X membuat kami membalikkan badan, dan membatalkan rencana kami menyekolahkan Aliyyah di sana. Ya sudahlah tidak perli dibahas lagi :(

Ngomong-ngomong tentang sekolah Al Jannah ini saya menangkap kesan yang baik dengan sekolah ini saat mendampingi anak saya observasi dan berkesempatan wawancara. Sepertinya sekolahan ini bukan tipe sekolah otoriter yang dapat (maaf) semena-mena memperlakukan anak didiknya. Kesan ini saya tangkap saat guru yang mengobservasi anak saya tidak memaksakan kehendaknya (meski sebenarnya dia punya hak), saat anak saya bereksplorasi sekehendak hatinya. Guru yang awalnya ingin memulai observasi Aliyyah dengan main bola, dengan senang hati mengijinkan dan membiarkan Aliyyah bereksplorasi dengan ronce karena Aliyyah lebih tertarik bermain ronce dibandingkan bola yang semula ia tawarkan. Tidak sekalipun ia “menyinggung-nyinggung” bola saat Aliyyah tetap asyik dengan roncenya.

Lalu saat respon yang diberikan anak tidak sesuai dengan yang dikehendaki gurunya, guru juga tidak sampai mengucapkan salah atau dengan sok kuasanya “mengoreksi” kesalahan si anak. Ini saya lihat waktu Aliyyah diberi dua buah benda ukuran besar dan kecil lalu secara bergantian disuruh memilih mana yang besar dan mana yang kecil. Saat guru meminta Aliyyah mengambilkan mana benda yang lebih besar, lalu secara spontan Aliyyah mengambilkan benda diluar kedua benda pilihan itu, justru guru mengapresiasi pendapat Aliyyah. Dibandingkan dengan salah satu benda besar yang seharusnya dipilih Aliyyah, benda lain yang diambil Aliyyah memang jauh lebih besar. Ya, menurutnya Aliyyah memang tidak salah. Karena, saat ia menyodorkan dua buah benda pada Aliyyah, disekitar situ juga sebenarnya ada beberapa benda sejenis dengan ukuran yang beraneka ragam. Andai ditempat itu hanya ada 2 buah benda, pasti Aliyyah juga akan memilih benda besar yang ia sodorkan, begitu katanya.

Satu lagi yang membuat saya seketika langsung lega adalah, kala dalam beberapa sesi observasi Aliyyah diam tidak menjawab apa yang sang guru tanyakan (padahal sebenarnya Aliyyah tahu jawabannya), sang guru menganggap bahwa hal seperti itu (diam) adalah wajar dan lumrah terjadi untuk anak-anak seusia Aliyyah. Aduh beda sekali dengan guru-guru, kepsek, dan lebih-lebih psikolog sekolah X yang bulan lalu saya temui di sekolah X. Beda pendidik … ternyata bisa beda juga lho memandang dan memperlakukan anak didik, ehem ehem :). Dan saya kira, penilaian guru di Al Jannah juga lebih obyektif. Dia tidak hanya menilai kesiapan calon siswa dari “kebersediaan”nya menjawab atau berkata-kata, hal-hal yang lain pun, yang masuk dalam lingkup observasi juga dimasukkan dalam penilaian. Masih teringat saat di akhir sesi observasi sang guru berkata pada saya “Mama Aliyyah, Aliyyah sebenarnya sudah tahu semuanya ya, tapi memang suaranya masih sangat mahal …”.

Lalu saat saya dan suami berkesempatan wawancara dengan pihak sekolah. Subhanallah, saya benar-benar terkesima dengan sekolah ini. Hampir semua yang saya (dan suami) angan-angankan tentang pendidikan sekolah, ada pada sekolah ini. Konsep kecerdasan majemuk, belajar dengan sistem sentra,…, dan seimbang kegiatan indoor dan outdoornya, Alhamdulillah diterapkan pada sekolah ini. Sungguh, saya merasa sudah menemukan partner yang tepat untuk mendidik si kecil kami. Dan mudah-mudahan feeling kami benar, insya Allah sekolah Al Jannah bisa menjadi tempat belajar dan bermain terbaik Aliyyah, kedua, setelah Rumah … amin :)


TAGS sekolah idaman Al Jannah


-

Author

Follow Me