ARTku Idamanku

20 Jun 2010

img00167-20100515-1156He he he, PD sekali ya saya menulis judul postingan seperti tersebut di atas. Aih aih, padahal mba-mba ART di rumah juga masih pada seumuran jagung tuh ikut dan bekerja di keluarga kecil kami. Ngga papa dhing ya, justru karena punya harapan mba-mba ART di rumah akan betah dan “tahan” lama “berkeluarga” dengan kami, maka saya akan anggap mereka saat ini adalah ART idaman saya. Berharap dengan menjadikan mereka sebagai idaman, saya juga akan menjadi berhati-hati menjaga mereka agar tidak “lepas” atau “berpindah tangan” alias resign terlebih dibajak orang :D

Sebagai ibu yang juga kebetulan nyambi bekerja (bukan sebaliknya lho ya), sama seperti ibu-ibu lain yang seperti itu, saya juga merasa sangat perlu memiliki asisten. Dan dengan jam terbang (sebagai pemakai jasa ART) yang semakin tinggi, membuat saya makin sadar dan terasa betapa susahnya ternyata …. mencari ART-ART baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan domestik keluarga saya, jadi pengennya sih saya punya ART yang itu itu saja alias ngga gonta-ganti (kecuali kepepet :) ).

Alhamdulillah Allah mengabulkan. Semenjak kami menempati rumah sendiri, sekitar 1 1/2 tahun lalu, hingga saat ini kami baru berganti sekali seorang ART. Itupun karena si mbak minta resign karena ketahuan berbuat tidak jujur dan malu menjadi bahan gunjingan para mba ART tetangga rumah kami. Ya sudahlah, meski saya sendiri dan suami memaafkan … tapi daripada tertekan akibat gunjingan, saya akhirnya merelakan ia pulang kampung dan mencari kerja di tempat lain. Lalu sayapun dapat penggantinya, bik Siti, bekas ART dulu saat saya masih tinggal di rumah orang tua yang resign saat Aliyyah berumur 10 bulan karena mau menikah. Subhanallah … ternyata mencari ARTpun jodoh-jodohan ya kayak mencari pasangan :)

Dua ART saya (sesuai kebutuhan :) ), bik Siti dan bik Sila memang asisten-asiten yang hebat. Hi hi hi maaf, bukannya saya menyombongkan keduanya, tapi sekedar sedang memuji (mosok anak terus yang dipuji ya, sekali-kali mbak juga perlu kan ya dikasih pujian). Alhamdulillah dengan adanya mereka, saya benar-benar merasa terbantu dan diringankan. Bik Siti (+/- 43 th) sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya memang sangat ahli dibidang bersih-bersih dan rapi-rapi rumah. Dengan bantuan bik Siti, alhamdulillah rumah menjadi bisa selalu bersih dan rapi (bayangin bow kalo ndak ada bik Siti, secara Aliyyah yang masih rajin berantakin dan ngoprek), cucian dan setrikaan beres, halaman dan debu-debu bersih, rumput-rumput dan taneman keurus. Terus bik Siti (+/- 36 th), kecakapannya mengurus atau momong Aliyyah juga sangat saya rasakan. Alhamdulillah, kalau bukan karena bantuannya mungkin Aliyyah tidak “montok” seperti saat ini, tidak ceriwis, tidak pintar nyanyi, tidak pintar berhitung, tidak suka membaca …. juga tidak pintar makan :). Belon untuk saya, suami dan semua penghuni rumah, …. wah kalau tidak ada bik Sila mungkin kami menjadi penghuni yang tidak teratur makannya ya. Iya, selain pengasuh bagi anak kami …. bik Sila juga adalah seorang koki untuk keluarga kami :D

Gimana saya, sebagai “manajer” rumah tidak terbantu dengan adanya mereka ya. Lha wong selain saya, suami … bahkan orang tuapun ikut kecipratan berkah adanya mereka kok. Suami saya, kalau saya kebablasan tidur ngeloni Aliyyah, selarut apapun pulangnya selalu ditunggui dan dibukakan pintunya oleh bik Siti, dan dibuatkan teh hangat. Lalu orang tua saya, kalau pas lagi keteter/repot rumah beliau karena lagi ditinggal pulang ARTnya …. bik Sila dan bik Siti iklas berbagi tugas membantu bebersih dan beberes rumah orang tua setiap harinya sampai si mbak ARTnya kembali. Makanya pernah dulu waktu jamannya Bik Sila gila telpon (alhamdulillah sekarang sudah mulai berkurang), saya geregetan dan pengen mem-PHK dia, orang tua saya wanti-wanti dan menasehati agar saya tidak terlalu mempermasahkannya. Kata ibu saya cari mba baru yang eman (sayang) dan geten (perhatian) ke anak itu ngga gampang, jadi disabarin aja. Ntar kalo dah bosan juga nelponnya akan berkurang, demikian panjang lebar nasehat ibu saya. Ya iyalah, secara kalo ndak ada bik Sila kan ibu saya pasti yang akan kena beban, ha ha ha, momong Aliyyah gitu lho :p

Tapi … untuk menjadi idaman, merekapun tidak ujug-ujug (serta merta) seperti itu sih. Sama seperti relasi ART dan pemakai jasa ART yang lain, saya juga pernah “berkonflik” dengan ART. Dan seperti yang saya singgung diatas, masalah ART yang hobi sekali “bermain” telepon adalah konflik antara saya dan ART yang paling serius. Bagaimana tidak geregetan coba, setiap hari dan setiap saat si bibik bertelpon ria. Ngga siang ngga malam, ngga di rumah ngga di mobil … pokoknya teruuuuus saja telpon ngga kenal waktu. Malam karena harusnya dia istirahat dipakai buat telpon-telponan, siangnya saat harus jaga atau dampingi Aliyyah main jadi terkantuk-kantuk. Belum kalau siangnya saat ngga ngantuk dianya kebelet telpon, huuuh ya sudah Aliyyah dibiarkan sendiri bermain atau menonton TV … lalu dia mojok telpon di kamar atau tempat lain yang nyaman buat dia telpon dan ngobrol. Grrrrgh, hati ini selalu panas setiap kali terima laporan si bibik berpolah seperti itu. Dan ingin rasanya saat itu juga saya mem-PHK dia. Uuups, bukan berarti kami tidak menasehati lho ya. Wow ini selalu kami lakukan setiap kali kami ngedapetin dia bertelepon ria dihadapan kami. Tapi dasar emang saat itu lagi mabok telpon kali ya (lha wong HP aja dia sampe merasa perlu punya 2 :( ), jadi nasehat-nasehat kami dah kayak angin lalu saja. Ya sudahlah pilih sabar saja dan mendoakan, he he. Tapi, lama-lama … benar juga seperti yang ibu saya bilang … akan ada saatnya si bibik bosan atau mengurangi kebiasaan telponnya. Alhamdulillah, sekarang si bibik sudah mulai berkurang kebiasaan menelponnya :)

Dengan keadaan yang sekarang, kembali saya katakan bersyukur sekali Allah anugerahkan pada saya ART-ART seperti mereka. Selain profesional, mereka juga sangat loyal dan tidak perhitungan. Hiks entah harus dengan cara seperti apa lagi kami membalas budi baik dan profesionalisme mereka … yang jelas gaji yang pantas, sikap yang menghargai, dan selalu menjaga hak-hak mereka terpenuhi rasa-rasanya belumlah mencukupi. *)

*) RUU ART yang menginspirasi :)


TAGS anak rumah ART keluarga


-

Author

Follow Me