• 20

    Jun

    ARTku Idamanku

    He he he, PD sekali ya saya menulis judul postingan seperti tersebut di atas. Aih aih, padahal mba-mba ART di rumah juga masih pada seumuran jagung tuh ikut dan bekerja di keluarga kecil kami. Ngga papa dhing ya, justru karena punya harapan mba-mba ART di rumah akan betah dan “tahan” lama “berkeluarga” dengan kami, maka saya akan anggap mereka saat ini adalah ART idaman saya. Berharap dengan menjadikan mereka sebagai idaman, saya juga akan menjadi berhati-hati menjaga mereka agar tidak “lepas” atau “berpindah tangan” alias resign terlebih dibajak orang :D Sebagai ibu yang juga kebetulan nyambi bekerja (bukan sebaliknya lho ya), sama seperti ibu-ibu lain yang seperti itu, saya juga merasa sangat perlu memiliki asisten. Dan dengan jam terbang
  • 19

    Feb

    Biarlah Gaji Hanya Saya yang Tahu :)

    Berapa gajimu ? Pernah ngga sih teman-teman ditanya seperti itu, masalah gaji ? Nah kalo saya, kebetulan lumayan sering banget dapat pertanyaan-pertanyaan usil dan ngga penting (menurut saya lho ya) seperti ini. Aiih, bukannya pelit ngga mau masi tahu … tapi memang ada manfaatnya apa kalau saya kasih tahu berapa gaji saya ? Jadiiiii, setiap kali saya ditanya “Henny, gaji kamu berapa”, saya pilih jawab : Alhamdulillah cukup :P Menyangkut gaji, ini tentu menjadi hal (mengambil istilah teman saya) yang sangat-sangat sensitif. Saking sensitifnya, tidak hanya saya, hampir semua orang sepakat merahasikannya dari orang lain. Uppps, terkecuali atasan dan beberapa pihak orang HRD ding ya :). Tidak enak didengar atau ketahuan orang … bla bla bla, begitu kira-kira salah satu
  • 26

    Jan

    Kala si Kecil Sakit

    Berada terus disampingnya. Itulah yang sebisa mungkin saya lakukan jika si kecil saya sakit atau tidak enak badan. Meski sebenarnya susah dilakukan karena saat yang sama saya juga punya tanggung jawab terhadap pekerjaan kantor, tapi panggilan hati sebagai seorang bunda memaksa saya untuk berani sementara “melupakan” kantor dan menggantinya dengan mengurus total si kecil yang entah sebuah kebetulan atau tidak, saat si kecil sakit biasanya ia menjadi lebih sensitif dan manja dibandingkan hari-hari biasanya. Seperti yang saya hadapi saat ini. Karena si kecil yang sedang tidak sehat, saya paksakan untuk tidak masuk kerja. Tanda-tanda si kecil sudah mau sakit sebenarnya sudah saya tangkap sejak hari sabtu sore kemaren. Si kecil yang jarang sekali pilek sore itu (maaf) menunjukkan
  • 28

    Nov

    Liburan dan Kurban

    Waaa lamanya ninggalin blog, hiks hiks hiks. Dan selalu alasannya sama … sibuk sibuk sibuk dan sibuk kerja! Yup, beberapa minggu terakhir kesibukan kantor memang lagi sangat sangat luar biasa. Pulang hampir setiap hari malam. Jangankan untuk online lebih-lebih nulis, bisa nemani tidur alias ngelonin si kecil aja ngga bisa. Hiks, menyedihkan, tapi ya seperti ini memang kalo lagi padat kerjaan kantor :( Beruntung ada libur panjang, Idul Adha, alhamdulillah jadi lumayan ada waktu buat main-main dan kangen-kangenan ma si mungil lapie :). Libur 3 hari sebenarnya lumayan juga ya buat dipakai liburan, kemana gitu sama keluarga. Hahaha maunya (saya) sih, tapi kebetulan ada saja acara-acara yang harus dilakukan, ngga boleh diundur … yah seperti kondangan dan belanja bulanan. Nah yang
  • 19

    Jun

    Dokter Anak Ideal

    Bagi seorang ibu anak balita seperti saya, keberadaan seorang dokter anak sudah tentu menjadi hal yang vital. Mengapa ? Karena di usia-usia anak yang masih bawah lima tahun (bahkan mungkin lebih nantinya), penanganan medis baik yang berupa pemeriksaan tumbuh kembang (termasuk imunisasi), kesehatan dan pengobatan si kecil biasanya dilakukan oleh dokter ini. Jika seorang dokter anak mempunyai “peranan” yang begitu “strategis” terhadap “masa depan” anak-anak kita, wajar kan jika kita (saya dhing) menginginkan dokter anak yang terbaik yang menjadi dokternya si kecil. Sebagai referensi kesehatan si kecil, kewajiban bagi kita mencarikan dokter anak si kecil yang selain terbukti mumpuni (ilmu dan penanganannya) juga bersahabat dan kooperatif baik terhadap si k
  • 14

    Feb

    Memasak

    Hmmm mulai deh saya merasa pusing dengan ritual untuk rumah baru yang belum satu bulan ini kami sekeluarga tempati. Memasak, ya, ini adalah ritual harian yang gampang-gampang susah pengeksekusiannya, hehehe. Ups, meski namanya memasak …. namun memasak yang saya maksud disini bukan kegiatan memasaknya lho ya, seperti meracik bumbu, menumis, dan sebangsanya :) …. melainkan pada pemilihan menu. Hari ini masak apa ya ????? Selama ini, jujur, saya masih mendelegasikan tugas memasak untuk keluarga pada bik Sila, pengasuh putri kami. Bukan karena saya tidak bisa masak (saya bisa masak kok meski harus “nyandhing” resep masakan :D ), tapi karena saya memang belum memasukannya pada salah satu daftar wajib saya sebagai ibu rumah tangga. Menurut saya daripada menghabiskan wakt
  • 25

    Jan

    Rumahku Istanaku Surgaku

    Setelah mundur hampir satu bulan dari rencana kami menempati rumah baru, akhirnya hari ini kami memulai hari pertama kami di rumah baru :). Hari ini tanggal 25 januari, menjadi hari yang bersejarah bagi keluarga kecil kami-keluarga Henny dan Andri… karena mulai hari ini kami “resmi” menyandang gelar keluarga mandiri, hehehe. Rumah kami, istana C2, mulai dibangun awal juli 2008. Menggunakan jasa “arsitek” mas Pedi, alhamdulllah akhirnya beliau bisa “menterjemahkan” keinginan kami dalam blue-print desain rumah impian. Terima kasih Mas … :) Bisa memiliki rumah/tanah sendiri di daerah seperti jakarta ini saja sudah sangat bersyukur, demikian nasehat-nasehat orang tua dan kerabat saya “membesarkan” hati kami kala “tahu” l
  • 11

    Jan

    Ujian Pertama Rumah Baru

    Belum juga rumah baru yang sudah selesai dibangun kami tempati, saya sudah mendapat “hadiah” istimewa dari para asisten keluarga kecil kami. Ya, beberapa malam lalu mbak Wari, asisten saya yang bertanggung jawab terhadap segala urusan rumah, datang “mengadu” pada saya sesaat setelah saya usai “menidurkan” si kecil. Dengan suara tercekat dan menahan tangis, mbak Wari berkata “Bunda … apa nanti kalau bunda pindah rumah, aku mau dibawa juga ?”. Hah, apa maksudnya nih …. kata saya dalam hati. Segera perasaan tidak enak saya muncul mendengar dan menyaksikan ekspresi si mbak yang tidak biasa itu. “Emang kenapa … ?” kata saya. Mbak Waripun menjawab …. “Iya, soalnya kata bik Sila kalau aku ikut dibawa bunda
  • 7

    Oct

    Susahnya Mendapatkan Pekerja Rumah Tangga yang Bagus

    Seperti biasa, hampir setiap kali setelah lebaran saya dan keluarga dipusingkan dengan masalah pekerja rumah tangga. Di rumah saya mempekerjakan 2 orang pekerja, satu untuk masalah rumah tangga dan satu lagi untuk membantu saya mengasuh anak. Sebenarnya hampir 2 tahun ini saya tidak ada masalah dengan para asisten yang bekerja di rumah kami. Baik mba yang mengurus rumah maupun mba yang mengasuh anak, Alhamdulillah keduanya mempunyai kinerja yang sangat memuaskan. Saya sebagai ibu yang juga bekerja sungguh merasa sangat terbantu dengan kehadiran dan cara kerja mereka. Akan tetapi habis lebaran kali ini, salah satu mba kami, mba Siti tidak bisa ikut bekerja lagi di keluarga kami. Pasalnya si mba akan menikah dan ia belum mendapat ijin dari calon suaminya untuk boleh tetap terus bekerja. Ya
-

Author

Follow Me