• 5

    Sep

    Mengapa Jadi Sekolah ?

    Tentang sekolah Aliyyah, padahal sebenarnya saya pengen aliyyah masuk sekolah nanti kalo sudah 3 tahun saja, usia “wajar” anak-anak usia dini masuk sekolah (play group maksudnya). Alasannya sih selain karena usia Aliyyah yang masih kecil, juga menggap bahwa untuk “pembelajarannya” masih bisa kami lakukan sendiri di rumah. Yah istilahnya ber-unschooling lah, hehehe. Dan alhamdulillah, meski tertatih-tatih (kebentur masalah waktu :( ), kegiatan unschooling kami bisa dibilang berjalan lancar. Karena lebih memilih unschooling itulah makanya sejak awal saya dan suami tidak berencana memasukkan Aliyyah ke play group. Sayang kadang saya suka tergoda untuk memasukkan Aliyyah ke playgroup. Dan menjadi menguat saat saya sedang sering pulang (kerja) malam seperti akhir-akhir
  • 10

    Jul

    Mengijinkan Si Kecil Nonton TV ?

    Demikianlah yang menjadi “perdebatan” saya dan suami hingga si kecil Aliyyah berusia 19 bulan. Awalnya suami bersikeras ingin “menggenapkan” Aliyyah berusia minimal 2 tahun baru diijinkan menonton televisi, tapi saya tak sanggup jika harus menunggunya selama itu :(. Tidak sanggupnya bukan karena saya harus tega melarang Aliyyah nonton TV atau sayanya yang harus rela tidak menonton TV, tapi karena saya merasa tak mungkin sanggup mengawasi orang2 disekitar Aliyyah untuk puasa menonton TV. Bahkan pernah terbersit pada kami untuk menunda memiliki pesawat TV sampai usia Aliyyah kami rasa cukup untuk menonton. Alasannya daripada nanti kecolongan (Aliyyah nonton) lebih baik tidak ada pesawat TV sama sekali :D Sebenarnya keputusan kami (suami sih yang lebih concern :) ) u
  • 9

    Feb

    Ibu Bekerja Vs Pendidikan dan Pengasuhan Anak

    Pernah dengar ya ungkapan pendidikan anak dimulai dari rumah/keluarga ? atau ungkapan lain seorang ibu adalah pendidik dan pengasuh utama bagi anak-anaknya? Kalau pernah dengar berarti anda sependapat dengan saya dong jika ungkapan-ungkapan tersebut memiliki makna yang begitu dalam :). Dan saya yakin dengan begitu dalam kita memaknai ungkapan-ungkapan tersebut diatas membuat kita senantiasa berusaha melakukan pendidikan dan pengasuhan anak semaksimal mungkin … iya kan ???Bisa mendidik dan mengasuh anak SEMAKSIMAL MUNGKIN sudah tentu menjadi cita-cita setiap ibu. Namanya saja cita-cita ya …. sependapat juga kan kalau untuk mewujudkannya pasti butuh perjuangan, usaha keras, bahkan tak jarang pengorbanan yang semua ini tentu memerlukan kesabaran dan energi yang ekstra ekstra ekst
  • 2

    Jan

    Waktu Libur Waktu yang Tepat Untuk Mereview Perkembangan Anak

    Kegiatan apa yang paling menyenangkan dilakukan saat libur panjang seperti saat ini datang (akhir desember’08-awal januari’09)? Bertamasya bersama keluarga tercinta (ini mah sudah pasti ya …. :) ), berbenah rumah yang selama ini tertunda, atau ….. ????, yang jelas diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan ya to :) Musim libur selain menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga tercinta, bagi saya juga menjadi momen yang tepat untuk mereview perkembangan anak. Sebagai ibu yang telah memilih tetap bekerja (kantoran), saya setiap harinya meninggalkan anak dalam waktu yang cukup lama sekitar 12 jam (bahkan lebih jika pekerjaan memungkinkan saya untuk lembur). Meski tidak bisa dipungkiri saat ini teknologi komunikasi sudah s
  • 18

    Dec

    Sikap Eksplorasi Anak ... Bagaimana Menyikapinya ?

    Ini adalah foto anak saya yang diambil saat kami sedang melepas lelah di sebuah “kedai kopi”, setelah kami selesai berbelanja di salah satu mall di CIbubur. Jika anda yang menjadi saya, apa yang akan anda lakukan dengan kelakuan si kecil ? Hahaha … mungkin anda sama bingungnya dengan saya, antara mengijinkan atau melarang … atau …. kompromi diantara keduanya ??? Ya, kita memang sering dibingungkan dengan sikap eksplorasi si kecil yang kalau kita pikir kadang suka tidak pada tempatnya. Seperti misalnya anak saya ini. Oke dari pada berdebat mana sebaiknya yang kita lakukan dengan sikap eksplorasi dadakan si kecil, mari sebelumnya kita simak bersama “informasi” yang saya ambilkan dari iklan (Susu) di sebuah majalah ibukota. Begini kira-kira bunyi
  • 2

    Dec

    Ibu Bekerja atau Ibu Tidak Bekerja adalah Sebuah Pilihan

    Belum lama, saya terlibat diskusi dengan rekan senior saya perihal ibu bekerja dan dampaknya bagi perkembangan anak. Rekan saya itu berpendapat bahwa ibu yang bekerja biasanya kedekatan dengan anaknya akan berkurang dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Ini disebabkan karena waktu yang digunakan untuk berinteraksi dengan anak lebih sedikit. Hubungan yang kurang dekat antara ibu dan anak tentu akan berpengaruh pada jiwa dan psikologi anak yang dampaknya akan berpengaruh pada perkembangannya. Saya, saat diskusi itu berlangsung cenderung menanggapinya dengan setengah hati. Alasan utamanya, pertama dia adalah senior dikantor saya, kedua kebetulan istri rekan saya itu adalah ibu yang tidak bekerja. Sedikit menjaga perasaan maksudnya, hehe. Saat itu saya memberi tanggapan dengan kata-kat
  • 14

    Oct

    Si Kecilku Menolak Alat Bantu Jalan

    Ini hari kedua saya mendapat “laporan” dari pengasuh anak saya akan keengganan si kecil menggunakan activity walker (alat bantu jalan) dalam kegiatannya belajar jalan. Baru dua hari, tapi cukup membuat saya khawatir. Saya bukan mengkhawatirkan si kecil saya yang belum bisa jalan di usianya yang hampir 11 1/2 bulan ini, namun yang saya khawatirkan adalah sikap enggannya yang menurut saya kelewatan. Bener-bener deh …. mbebex (cuek banget maksudnya). Hiks! Sepanjang hari minggu kemaren (2 hari yang lalu), saya mendapat kejutan yang luar biasa menyenangkan dari si kecil saat menemani dia berlatih jalan. Di hari itu si kecil menunjukkan semangat dan antusias yang begitu tinggi …. berlatih jalan menggunakan alat bantu activity walker. Si kecil menikmati betul aktivitas
  • 5

    Oct

    Baby Walker, Tidak Selamanya Buruk

    Saya ibu dari seorang putri berusia 11 bulan yang sedang belajar berjalan, sangat sering mendengar larangan baik dari pakar maupun para orang tua akan peggunaan baby walker untuk anak yang sedang belajar berjalan. Diantara alasan pelarangan penggunaan baby walker yang paling banyak dikemukakan adalah baby walker bisa membuat anak menjadi malas, kaki berjinjit, tidak aman, dan masih banyak lagi yang awalnya membuat saya jadi berpikir seribu kali untuk menyediakan anak baby walker. Hingga anak saya mulai suka berjalan dititah kira-kira usia 8 bulan, saya dan suami masih keukeuh untuk tidak memberikan si kecil baby walker dan lebih memilih untuk capek menitah. Sampai di suatu hari (kira-kira usia si kecil 10 bulan), tanpa persetujuan dari kami, si kecil dibelikan eyang dan omnya baby walker
-

Author

Follow Me