• 16

    Jan

    Arisan

    Jum’at malam dalam perjalanan pulang menjemput saya, suami memberitahukan kalau saya dapat undangan arisan ibu-ibu warga cluster (Blok C & D) perumahan kami. Suami yang mengutip paragraf terakhir undangan berbunyi “Karena ini merupakan arisan yang dimulai dari awal lagi, ini adalah kesempatan terbaik untuk bergabung untuk sekedar saling kenal dan mungkin juga untuk berpartisipasi dalam kegiatan apapun di blok C & D”, seolah diingatkan, menyuruh saya untuk datang dan masuk sebagai anggota arisan. Suami memang antusias sekali meminta saya terlibat dalam kegiatan arisan yang ada di lingkungan rumah kami ini. Alasannya biar saya kenal dengan ibu-ibu atau warga lain yang se-cluster dengan kami. Hehehe, memang sih, sejak kami “misah” dari orang tua (yang ke
  • 28

    Nov

    Liburan dan Kurban

    Waaa lamanya ninggalin blog, hiks hiks hiks. Dan selalu alasannya sama … sibuk sibuk sibuk dan sibuk kerja! Yup, beberapa minggu terakhir kesibukan kantor memang lagi sangat sangat luar biasa. Pulang hampir setiap hari malam. Jangankan untuk online lebih-lebih nulis, bisa nemani tidur alias ngelonin si kecil aja ngga bisa. Hiks, menyedihkan, tapi ya seperti ini memang kalo lagi padat kerjaan kantor :( Beruntung ada libur panjang, Idul Adha, alhamdulillah jadi lumayan ada waktu buat main-main dan kangen-kangenan ma si mungil lapie :). Libur 3 hari sebenarnya lumayan juga ya buat dipakai liburan, kemana gitu sama keluarga. Hahaha maunya (saya) sih, tapi kebetulan ada saja acara-acara yang harus dilakukan, ngga boleh diundur … yah seperti kondangan dan belanja bulanan. Nah yang
  • 28

    Oct

    Bergantung ke Asisten Rumah Tangga ?

    Entah ke pengasuh anak atau ke pembantu rumah, duh susah sekali ya bisa ngga merasa bergantung ke mereka. Saya, kalo ada kabar atau dengar mbak-mbak rumah mau pamit atau minta ijin pulang di saat bukan jadwalnya untuk pulang sangaaaat sebal. Bukannya kejam atau ngga punya perasaan ke mbak-mbak rumah, melarang mereka pulang, tapi buat saya kepulangan mereka yang meski hanya untuk sekian hari itu sudah pasti memusingkan saya. Jadi kalo bukan untuk suatu keperluan yang mendesak atau mengharuskan mereka pulang, dan atau masih bisa “diurusnya” dari sini biasanya saya akan larang mereka pulang. Kalopun harus pulang biasanya mereka saya wajibkan memberitahu rencana kepulangan jauh-jauh hari sebelum hari H pulang. Bulan ini dalam waktu yang relatif berdekatan, mbak-mbak di rumah berg
  • 15

    Oct

    Lembur Kerja

    Sudah bertahun-tahun kerja kayaknya masih saja saya “phobi” dengan kata lembur. Padahal yang namanya kerja pasti mau ngga mau bakal “njalanin” yang namanya lembur ya atau bahasa gaulnya Over Time (OT), meski hanya sekali dua di setiap tahunnya. Lha wong di kantor pemerintah aja ternyata ada lho lemburnya, apalagi kantor swasta yang biasanya berhubungan dengan “demand” ya, hehehe. Eh tapi bener lho saya jujur sangat sangaaaat tidak suka kalo “disuruh” lembur :( Meski tidak ada perintah atau permintaan langsung dari atasan, biasanya kalo ada kerjaan yang belum rampung atau saking banyaknya kerjaan yang harus diselesaikan, saya ngalahin diri pulang malam, atau kalo lebih terpaksa lagi masuk di hari sabtu atau minggu. Ciye ngalahin diri, hehe, y
  • 4

    Oct

    Mudik dan Lebaran 1430 H

    Wah lama juga ya ternyata saya “ngosongin” rumah blog saya. Mentang-mentang libur (lebaran), nulis blognya juga ikut-ikutan libur, hehe. Ngga juga sih, dari kemaren-kemaren sebenarnya juga dah pengen nulis bahkan lappie dan modemnya juga dah ikutan dibawa mudik. Tapi apa daya, sisa waktu disana memeng tidak memungkinkan saya menulis … plus tepar akibat flu berat pasca balik, tambah-tambah deh memperpanjang absen saya menulis. Well, mumpung masih dalam suasana lebaran, meski telat, masih boleh kan saya dan keluarga mengucapkan selamat Idul Fitri 1430 H bagi teman-teman blogger semua. Mohon maaf lahir dan batin, utamanya jika ada postingan-postingan saya diblog atau comment-coment yang saya tinggalkan di blog teman-teman membuat tersingung atau terdzalimi, mohon damaafkan
  • 5

    Sep

    Mengapa Jadi Sekolah ?

    Tentang sekolah Aliyyah, padahal sebenarnya saya pengen aliyyah masuk sekolah nanti kalo sudah 3 tahun saja, usia “wajar” anak-anak usia dini masuk sekolah (play group maksudnya). Alasannya sih selain karena usia Aliyyah yang masih kecil, juga menggap bahwa untuk “pembelajarannya” masih bisa kami lakukan sendiri di rumah. Yah istilahnya ber-unschooling lah, hehehe. Dan alhamdulillah, meski tertatih-tatih (kebentur masalah waktu :( ), kegiatan unschooling kami bisa dibilang berjalan lancar. Karena lebih memilih unschooling itulah makanya sejak awal saya dan suami tidak berencana memasukkan Aliyyah ke play group. Sayang kadang saya suka tergoda untuk memasukkan Aliyyah ke playgroup. Dan menjadi menguat saat saya sedang sering pulang (kerja) malam seperti akhir-akhir
  • 14

    Aug

    Menyapih si Kecil (1)

    Bulan Agustus ini si kecil saya Aliyyah berusia 21 bulan. Jadi, kalau disesuaikan dengan rencana kami menyapih Aliyyah di usianya yang ke 2 tahun berarti masa penyapihannya hanya tinggal 3 bulan lagi. Tinggal 3 bulan lagi …. duh kok tinggal bentar lagi ya, belum siap nih rasanya “diputus” Aliyyah nenen :( Rencananya mulai 3 bulan sebelum hari-H penyapihan, saya mulai sedikit-sedikit mengurangi “ketergantungan” Aliyyah dari ASI. Nah karena 3 bulannya itu bulan agustus ini, harusnya mulai sekarang saya sudah mulai bertahap menyapihnya. Sebagai langkah awal, saya mulai memberitahu Aliyyah bahwa setelah usianya 2 tahun nanti, ia tidak akan lagi mendapat nenen bunda. Saya menyampaikan hal ini kala Aliyyah sedang nenen, harapannya tentu agar Aliyyah mudah dan mau
  • 26

    Jul

    Mainan Pasar Gembrong

    Akhir pekan kemarin saya “berbelanja” mainan untuk Aliyyah di pasar gembrong (atau sebagian orang menyebut dengan pasar prumpung, karena memang letaknya di daerah prumpung). Sudah lama memang saya pengen belanja di pasar gembrong ini. Penasaran, karena kata teman-teman yang sudah pernah belanja disini bilang harganya cukup miring dibandingkan belanja di tempat lain (misalnya mall dan ITC), meski item yang dibeli katanya juga sama (persis) :) Sebenarnya sudah cukup lama saya mendengar “kehebohan” harga mainan di pasar gembrong, tapi karena saat itu Alliyyah masih bayi … which is yang namanya membelikan mainan untuknya itu saya perhatikan betul tingkat keamanannya, saya abaikan deh ini pasar. Pendapat saya kala itu mainan-mainan di pasar gembrong pasti tidak r
  • 10

    Jul

    Mengijinkan Si Kecil Nonton TV ?

    Demikianlah yang menjadi “perdebatan” saya dan suami hingga si kecil Aliyyah berusia 19 bulan. Awalnya suami bersikeras ingin “menggenapkan” Aliyyah berusia minimal 2 tahun baru diijinkan menonton televisi, tapi saya tak sanggup jika harus menunggunya selama itu :(. Tidak sanggupnya bukan karena saya harus tega melarang Aliyyah nonton TV atau sayanya yang harus rela tidak menonton TV, tapi karena saya merasa tak mungkin sanggup mengawasi orang2 disekitar Aliyyah untuk puasa menonton TV. Bahkan pernah terbersit pada kami untuk menunda memiliki pesawat TV sampai usia Aliyyah kami rasa cukup untuk menonton. Alasannya daripada nanti kecolongan (Aliyyah nonton) lebih baik tidak ada pesawat TV sama sekali :D Sebenarnya keputusan kami (suami sih yang lebih concern :) ) u
  • 19

    Jun

    Dokter Anak Ideal

    Bagi seorang ibu anak balita seperti saya, keberadaan seorang dokter anak sudah tentu menjadi hal yang vital. Mengapa ? Karena di usia-usia anak yang masih bawah lima tahun (bahkan mungkin lebih nantinya), penanganan medis baik yang berupa pemeriksaan tumbuh kembang (termasuk imunisasi), kesehatan dan pengobatan si kecil biasanya dilakukan oleh dokter ini. Jika seorang dokter anak mempunyai “peranan” yang begitu “strategis” terhadap “masa depan” anak-anak kita, wajar kan jika kita (saya dhing) menginginkan dokter anak yang terbaik yang menjadi dokternya si kecil. Sebagai referensi kesehatan si kecil, kewajiban bagi kita mencarikan dokter anak si kecil yang selain terbukti mumpuni (ilmu dan penanganannya) juga bersahabat dan kooperatif baik terhadap si k

Author

Follow Me